Minggu, 04 November 2018

TEXAS A&M UNIVERSITY: ANTARA HIGH TECH, MITOS POHON TUA DAN ONE PENNY

Zahra Fona
        Texas A&M University letaknya di Station College, sebuah desa yang berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dengan mobil Houston, dengan jalan lurus, mulus tanpa lubang. Kami para team disambut oleh beberapa orang Indonesia yang sedang study S2 dan S3 di sana pada berbagai bidang. Ketua panitianya Pak Danny, ang sedang S3 di bidang teknik Nuklir, ada juga yang berasal dari Aceh, Bu Isna, S3 di bidang pendidikan, serta beberapa adik-adik lainnya yang sangat antusias menjelaskan seluk-beluk kampus A&M.
        Station College adalah sebuah desa, di negara bagian Texas, yang bersuasana sangat adem, nyaman, dan hijau. Disebut College Station karena ada stasiun kereta api dekat kampus, yang fungsinya kini bukan untuk transportasi orang, tapi untuk mengangkut barang saja.
Kampus A&M dipenuhi pepohonan terawat baik, rerumputan dan bebungaan sangat asri. Bukan itu saja, semua jenis hewan yang nongkrong di pohon-pohon juga terlindungi, salah satunya tupai. Setiap tupai di sini sangat jinak dan memiliki chip di tubuhnya, jadi kalau ada yang coba-coba mengambil tupai, bakal ketahuan lokasinya, dan bisa kena sanksi. Populasi mereka sangat terkontrol, kalau kelebihan, bisa di’sekolahkan’ sebagian. Ah, teringat tupai di kampung saya, Ulee Madon, tupai-tupainya sangat liar dan serakah, batang kelapa di belakang rumah saya jarang bisa panen, sebagian besar diembat tupai, berjatuhan di bawah pohon dengan lobang sebesar bola kasti. Mudah-mudahan ke depan bisa pasang chip dan ‘disekolahkan’ juga sebagian, mimpi saya.

          Texas A&M University ini disebut juga dengan ATM dengan huruf T besar lebih menjulang, awalnya saya pikir, ini atm bank mana? Ohya, kampus ini saat ini memiliki 130 undergraduate degree programs, 170 master's degree programs, 93 doctoral degree programs and 5 first professional degrees. Saat ini jumlah mahasiswa lebih dari 62.500 orang, dan 57.000 orang mahasiswa lainnya di cabang Texas A&M University yang terletak di Galveston dan Qatar.
          Memasuki gedung menuju tempat kami mengadakan pertemuan singkat, kami melewati pintu utama, lobby, dengan information center, dan menuju lantai dua. Di area lobby yang luas itu saya menelusuri setiap bagiannya, lantai dan dinding mengkilap, saya pangling, ini hotel bintang lima atau kampus sih? Di bagian atas sebelah kanan dinding dipasang semacam spanduk bertuliskan motto kampus ini, satu kata di setiap jarak sekitar 5 meter, dengan huruf besar-besar: Excellent, Integrity, Leadership, Respect, Selfless Service, Loyalty. 

         Sangat keren, kata-kata tersebut mencerminkan apa dan bagaimana karakter mahasiswa setelah lulus dari kampus ini. Pada prinsipnya mahasiswa saat ini, terutama di Indonesia, Poltek Lhokseumawe khususnya sangat pintar-pintar, kita sebagai dosen, perlu lebih membina karakter, karena karakter yang baik sangat diperlukan pada kehidupan nyata. Apa kira-kira kata-kata motivasi yang cocok untuk PNL ya? Kalau Ileume beulee, adab beuna (ilmu harus banyak, adab harus ada) adalah semboyan PNL, mungkin perlu yang lebih spesifik.
       Di kampus A&M sangat diagung-agungkan non rasis, segala suku, ras dan agama terlindungi dengan baik. Apabila ada yang coba-coba menghina atau melecehkan suku, ras, kulit, maka sanksinya langsung di dropout. Kampus ini memiliki populasi mahasiswa berkulit putih terbesar diantara kampus-kampus lainnya di Amerika, sehingga untuk membuat keseimbangan, dibukalah kran khusus untuk menambah populasi mahasiswa berkulit hitam, luar biasa.
Mengenai tempat ibadah, di gedung perpustakaan disediakan “Praying Room” yang dapat digunakan oleh semua agama untuk ibadah. Jadi teringat dulu sering curi-curi shalat di antara rak-rak buku di bagian paling sudut perpustakaan, atau di belakang kelas, menggelar syal atau jaket, untuk shalat dhuhur dan ashar di TU Dresden, Jerman, karena tidak tersedia tempat ibadah di kampus. Tetapi belum pernah kena tegur sih, kadang kedapatan juga oleh pengunjung perpustakaan lainnya, dan biasanya mereka menatap sejenak, mungkin kaget atau merasa aneh dengan gerakan shalat, lalu menjauh, hehee.
       Selesai acara perkenalan di ruang semacam ruang aula kecil, kami diajak berkeliling kampus sambil dijelaskan tentang gedung-gedung, fasilitas-fasilitas dan menjawab pertanyaan kami seputar bagaimana kuliah di sini, dll. Tibalah di depan sebuah gedung yang didepannya berdiri sebuah patung seorang tokoh Lawrence Sullivan Ross. Lawrence Sullivan "Sul" Ross (September 27, 1838 – January 3, 1898) adalah seorang Gubernur Texas yang bergabung dalam Tentara US selama Perang Sipil Amerika, ia adalah presiden di  Agricultural and Mechanical College of Texas, yang sekarang disebut Texas A&M University. Uniknya, di bawah patung itu, banyak koin penny berserakan, dan selembar uang kertas 1 dollar saya lihat, rupanya, para mahasiswa suka meletakkan penny di bawah patung ini menjelang ujian, karena menurut mitos, ujian akan sukses kalau taruh penny di sini, saya sempat ngakak mendengarnya. Mahasiswa Amerika ini lho, kok percaya hal begituan?
Dan satu lagi, sebatang pohon tua di sebelah kiri patung Pak Ross ini telah berumur sekian abad, katanya kalau berjalan berdua dengan pasangan ke bawah pohon itu, dijamin akan langgeng hubungannya. Asli dua kali ngakak saya, bukan maksud menghina atau melecehkan, Ini orang Amerika kok percaya tahyul melebih orang kampung. 
Tapi, anyway, mitos-mitos itu terus terang menjadi sebuah menifestasi ke kita bahwa secara kodrat, manusia memerlukan kekuatan lain di luar dirinya untuk pencapaian sesuatu. Meskipun kebanyakan orang-orang Amerika tidak percaya Tuhan, tetapi secara tidak langsung mengakui ada kekuatan di luar akal manusia, yang selalu ada, dipercayai atau tidak, memiliki pengaruh besar akan hasil yang diperoleh meskipun telah berusaha keras. Ada tangan lain yang menentukan hasil.
Kekuatan lain itu, kalau dalam Islam, Allah Subhanahu Wata’ala. Karena manusia diwajibkan berusaha, dan berdoa, memasrahkan hasilnya setelah berusaha maksimal, apapun hasilnya itulah yang terbaik dari Allah. Usaha, dan doa adalah satu paket, hasil adalah kolaborasi keduanya. Kalau seseorang berusaha tanpa mau berdoa maka ia disebut sombong, kalau ia doa saja tapi tidak berusaha, maka ia disebut bodoh. Apapun hasil dari usaha dan doa, maka yakinlah itu yang terbaik yang Allah beri.

Berjalan lebih jauh lagi, sebelum memasuki gedung terakhir, gedung teknik, saya tertegun melihat ukiran rumus-rumus di lantai halaman gedung setiap beberapa meter. Ah, sampai hal begini bisa terpikir oleh mereka, ditambah meja berlayar sentuh 3D di sebelah pintu keluar gedung, yang menyediakan berbagai informsi tentang kampus….lagi-lagi kekaguman saya membuncah, tentu saja minus mitos tadi ya.


Houston. 05.11.2018. Thanks all Indonesian students in ATM who has worked hard to accompany us and explain everything about ATM.  Danke Bu Leslie foto Tupainya :)
         





Tidak ada komentar:

Posting Komentar