Zahra Fona
Texas
A&M University letaknya di Station College, sebuah desa yang berjarak
sekitar 1,5 jam perjalanan dengan mobil Houston, dengan jalan lurus, mulus tanpa
lubang. Kami para team disambut oleh beberapa orang Indonesia yang sedang study
S2 dan S3 di sana pada berbagai bidang. Ketua panitianya Pak Danny, ang sedang
S3 di bidang teknik Nuklir, ada juga yang berasal dari Aceh, Bu Isna, S3 di
bidang pendidikan, serta beberapa adik-adik lainnya yang sangat antusias
menjelaskan seluk-beluk kampus A&M.
Station
College adalah sebuah desa, di negara bagian Texas, yang bersuasana sangat
adem, nyaman, dan hijau. Disebut College Station karena ada stasiun kereta api
dekat kampus, yang fungsinya kini bukan untuk transportasi orang, tapi untuk
mengangkut barang saja.
Kampus
A&M dipenuhi pepohonan terawat baik, rerumputan dan bebungaan sangat asri. Bukan
itu saja, semua jenis hewan yang nongkrong di pohon-pohon juga terlindungi,
salah satunya tupai. Setiap tupai di sini sangat jinak dan memiliki chip di
tubuhnya, jadi kalau ada yang coba-coba mengambil tupai, bakal ketahuan
lokasinya, dan bisa kena sanksi. Populasi mereka sangat terkontrol, kalau
kelebihan, bisa di’sekolahkan’ sebagian. Ah, teringat tupai di kampung saya,
Ulee Madon, tupai-tupainya sangat liar dan serakah, batang kelapa di belakang
rumah saya jarang bisa panen, sebagian besar diembat tupai, berjatuhan di bawah
pohon dengan lobang sebesar bola kasti. Mudah-mudahan ke depan bisa pasang chip
dan ‘disekolahkan’ juga sebagian, mimpi saya.
Texas
A&M University ini disebut juga dengan ATM dengan huruf T besar lebih
menjulang, awalnya saya pikir, ini atm bank mana? Ohya, kampus ini saat ini
memiliki 130 undergraduate degree programs, 170
master's degree programs, 93 doctoral degree programs and 5 first professional
degrees. Saat ini jumlah mahasiswa lebih dari 62.500 orang, dan 57.000 orang
mahasiswa lainnya di cabang Texas A&M University yang terletak di Galveston
dan Qatar.
Memasuki
gedung menuju tempat kami mengadakan pertemuan singkat, kami melewati pintu
utama, lobby, dengan information center, dan menuju lantai dua. Di area lobby yang
luas itu saya menelusuri setiap bagiannya, lantai dan dinding mengkilap, saya
pangling, ini hotel bintang lima atau kampus sih? Di bagian atas sebelah kanan
dinding dipasang semacam spanduk bertuliskan motto kampus ini, satu kata di setiap
jarak sekitar 5 meter, dengan huruf besar-besar: Excellent, Integrity, Leadership, Respect, Selfless Service, Loyalty.
Sangat
keren, kata-kata tersebut mencerminkan apa dan bagaimana karakter mahasiswa
setelah lulus dari kampus ini. Pada prinsipnya mahasiswa saat ini, terutama di Indonesia,
Poltek Lhokseumawe khususnya sangat pintar-pintar, kita sebagai dosen, perlu
lebih membina karakter, karena karakter yang baik sangat diperlukan pada
kehidupan nyata. Apa kira-kira kata-kata motivasi yang cocok untuk PNL ya?
Kalau Ileume beulee, adab beuna (ilmu
harus banyak, adab harus ada) adalah semboyan PNL, mungkin perlu yang lebih
spesifik.
Di
kampus A&M sangat diagung-agungkan non rasis, segala suku, ras dan agama
terlindungi dengan baik. Apabila ada yang coba-coba menghina atau melecehkan
suku, ras, kulit, maka sanksinya langsung di dropout. Kampus ini memiliki
populasi mahasiswa berkulit putih terbesar diantara kampus-kampus lainnya di
Amerika, sehingga untuk membuat keseimbangan, dibukalah kran khusus untuk
menambah populasi mahasiswa berkulit hitam, luar biasa.
Mengenai tempat ibadah, di gedung
perpustakaan disediakan “Praying Room” yang dapat digunakan oleh semua agama
untuk ibadah. Jadi teringat dulu sering curi-curi shalat di antara rak-rak buku
di bagian paling sudut perpustakaan, atau di belakang kelas, menggelar syal
atau jaket, untuk shalat dhuhur dan ashar di TU Dresden, Jerman, karena tidak
tersedia tempat ibadah di kampus. Tetapi belum pernah kena tegur sih, kadang
kedapatan juga oleh pengunjung perpustakaan lainnya, dan biasanya mereka
menatap sejenak, mungkin kaget atau merasa aneh dengan gerakan shalat, lalu
menjauh, hehee.
Selesai
acara perkenalan di ruang semacam ruang aula kecil, kami diajak berkeliling
kampus sambil dijelaskan tentang gedung-gedung, fasilitas-fasilitas dan
menjawab pertanyaan kami seputar bagaimana kuliah di sini, dll. Tibalah di
depan sebuah gedung yang didepannya berdiri sebuah patung seorang tokoh
Lawrence Sullivan Ross. Lawrence Sullivan "Sul" Ross (September
27, 1838 – January 3, 1898) adalah seorang Gubernur Texas yang bergabung
dalam Tentara US selama Perang Sipil Amerika, ia adalah presiden di Agricultural and
Mechanical College of Texas, yang sekarang disebut Texas A&M
University. Uniknya,
di bawah patung itu, banyak koin penny berserakan, dan selembar uang kertas 1
dollar saya lihat, rupanya, para mahasiswa suka meletakkan penny di bawah
patung ini menjelang ujian, karena menurut mitos, ujian akan sukses kalau taruh
penny di sini, saya sempat ngakak mendengarnya. Mahasiswa Amerika ini lho, kok
percaya hal begituan?
Dan satu lagi, sebatang pohon tua di sebelah kiri patung
Pak Ross ini telah berumur sekian abad, katanya kalau berjalan berdua dengan
pasangan ke bawah pohon itu, dijamin akan langgeng hubungannya. Asli dua kali
ngakak saya, bukan maksud menghina atau melecehkan, Ini orang Amerika kok
percaya tahyul melebih orang kampung. 
Tapi, anyway, mitos-mitos itu terus terang menjadi sebuah menifestasi ke kita bahwa secara kodrat, manusia memerlukan kekuatan lain di luar dirinya untuk pencapaian sesuatu. Meskipun kebanyakan orang-orang Amerika tidak percaya Tuhan, tetapi secara tidak langsung mengakui ada kekuatan di luar akal manusia, yang selalu ada, dipercayai atau tidak, memiliki pengaruh besar akan hasil yang diperoleh meskipun telah berusaha keras. Ada tangan lain yang menentukan hasil.
Kekuatan lain itu, kalau dalam Islam, Allah Subhanahu Wata’ala.
Karena manusia diwajibkan berusaha, dan berdoa, memasrahkan hasilnya setelah
berusaha maksimal, apapun hasilnya itulah yang terbaik dari Allah. Usaha, dan
doa adalah satu paket, hasil adalah kolaborasi keduanya. Kalau seseorang
berusaha tanpa mau berdoa maka ia disebut sombong, kalau ia doa saja tapi tidak
berusaha, maka ia disebut bodoh. Apapun hasil dari usaha dan doa, maka yakinlah
itu yang terbaik yang Allah beri.
Berjalan lebih jauh lagi, sebelum memasuki gedung terakhir,
gedung teknik, saya tertegun melihat ukiran rumus-rumus di lantai halaman
gedung setiap beberapa meter. Ah, sampai hal begini bisa terpikir oleh mereka,
ditambah meja berlayar sentuh 3D di sebelah pintu keluar gedung, yang
menyediakan berbagai informsi tentang kampus….lagi-lagi kekaguman saya
membuncah, tentu saja minus mitos tadi ya.
Houston. 05.11.2018. Thanks all Indonesian students in ATM who
has worked hard to accompany us and explain everything about ATM. Danke Bu Leslie foto Tupainya :)








